TEMPAT WISATA
Tempat
Wisata yang ada di Jember
- Pantai Watu Ulo
di terletak sekitar 25 Km dari Kecamatan Ambulu dan pada saat hari-hari
libur biasanya banyak anak-anak muda dan rombongan keluarga yang pergi
kesana untuk berlibur, apalagi saat hari-hari besar dan hari raya. Mereka
biasanya pergi ke sana bersama-sama dengan keluarga mereka masing-masing
menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Pantai Watu Ulo memiliki
panorama yang mempesona menghadap lautan Indonesia dengan deretan batu
karang menyerupai ular. [2]
- Pantai Tanjung Papuma dengan pesona pasir putihnya dan
Wisata Sejarah berupa peninggalan Gua Jepang. Pantai ini dikenal juga
dengan nama Pantai Pasir Putih Malikan. Dinamakan Papuma karena pantai ini
berpasir putih dengan hamparan batu-batu yang bila diterjang ombak lalu
saling terberai membalik. [3] Pantai papuma adalah pantai yang
sangat eksotik bila dibandingkan dengan pantai pantai yang ada di Jawa
Timur, karena memiliki keindahan pantai dan laut yang menawan dengan
pantai yang hijau kebiruan menjadikan tempat wisata ini banyak dikunjungi
baik dari warga Jember sendiri juga dari kabupaten lain.
- Pantai Puger yang terletak 15 Km dari Kecamatan Ambulu.
Tempat wisata ini juga banyak dikunjungi oleh banyak orang dan paling
banyak adalah anak-anak muda untuh menghibur diri. Pantai Puger juga
menjadi surga bagi orang yang suka memancing. Di pantai ini juga terdapat
TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang menjual ikan hasil tangkapan nelayan. Di
sekitar Pantai Puger juga terdapat Cagar Alam Puger Watangan dengan pesona
sumber air Kucur. Pantai Puger juga merupakan gerbang keluar menuju Cagar
Alam Pulau Nusa Barong.
- Pantai Paseban di daerah Kencong. Di pantai ini
wisatawan dapat menikmati mandi laut mengingat ombaknya yang tenang dan
landai nan teratur sehingga tidak membahayakan.
- Pantai Bandealit di wilayah Taman Nasional Meru Betiri
yang secara administratif masuk kedalam wilayah Kecamatan
Tempurejo. Pantai ini berdekatan dengai Pantai Sukamade yang
merupakan tempat penetasan telur penyu.
- Pemandian Patemon yang berada di wilayah Kecamatan
Tanggul. Di pemandian Patemon udaranya sangat sejuk karena terletak
di daerah pegunungan dan air yang mengalir di pemandian tersebut adalah
air yang berasal dari sumber mata air pegunungan, jadi airnya sangat
dingin. Pada hari-hari libur khususnya hari Minggu dan hari libur nasional
banyak orang berkunjung, mulai dari anak-anak, anak muda, sampai pada
orang tua. Pemandian ini menjadi semakin menarik dengan ditambahnya satu
kolam renang baru dan wahana waterboom. Selain itu tempat-tempat yang ada
di sekitar kolam renang telah diperbaiki sehingga semakin menarik untuk
dikunjungi.
- Pemandian Rembangan yang terletak di salah satu puncak
gunung, memiliki daya tarik pemandangan, pemandian, hotel, dan wisata agro
berupa perkebunan kopi milik PTP Nusantara XII dan peternakan sapi perah,
di mana Anda bisa melihat proses pemerahan susu sapi dan membeli susu sapi
segar literan. Di Rembangan, Anda bisa melihat kota Jember &
sekitarnya dari atas. Dan, pada waktu malam, pemandangan lampu kota sangat
mengesankan. Di sini suhunya sangat sejuk & udaranya sangat bersih
& segar; sangat baik untuk tubuh Anda.
- Air Terjun Tancak yang terletak di Perkebunan Gunung
Pasang - Kecamatan Panti.
- Air Terjun Antrokan di wilayah Kecamatan Tanggul.
- Wisata Loko di lahan PG Semboro yang menawarkan
keindahan pemandangan alam perkebunan tebu, jeruk, rambutan dan salak yang
berada di sepanjang perjalanan selama 3 jam dengan menggunakan lokomotif
uap.
- Wisata Lori di daerah Garahan yang menyajikan dua buah
terowongan Kereta Api (90 m dan 970 m) yang merupakan terowongan Kereta
Api terpanjang di Indonesia. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati
wisata agro Gunung Gumitir.
- Taman Botani di wilayah Kecamatan
Sukorambi yang mulai dibuka tahun 2007.
- Niagara Water park [Ambulu, Jember]
- Dira I Swalayan, Fashion and Swiming Pool. [Ambulu,
Jember]
- Surya Tirta, Fitnes Centre and Swimming Pool. [Ambulu,
Jember]
Suku Jawa (Jawa ngoko: wong
Jowo, krama: tiyang Jawi) merupakan suku bangsa
terbesar di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Setidaknya 41,7% penduduk Indonesia
merupakan etnis Jawa. [1] Selain di ketiga propinsi tersebut,
suku Jawa banyak bermukim di Lampung, Banten, Jakarta, dan Sumatera Utara. Di Jawa Barat mereka banyak ditemukan di Kabupaten
Indramayu dan Cirebon.
Suku Jawa juga memiliki sub-suku, seperti Osing
dan Tengger.
Suku bangsa Jawa sebagian besar
menggunakan bahasa Jawa dalam
bertutur sehari-hari. Dalam sebuah survei yang diadakan majalah Tempo pada awal dasawarsa 1990-an, kurang lebih hanya 12% orang
Jawa yang menggunakan bahasa Indonesia
sebagai bahasa mereka sehari-hari, sekitar 18% menggunakan bahasa Jawa dan
Indonesia secara campur, dan selebihnya hanya menggunakan bahasa Jawa saja.
Tokoh-tokoh
Jawa
- Abdurrahman Wahid,
Mantan Presiden Republik Indonesia.
- Ahmad Dahlan,
Ulama (Kyai) dan pendiri organisasi Muhammadiyah.
- Boediono, Wakil
Presiden Republik Indonesia.
- Hasyim Asyari,
Pendiri Nahdatul Ulama.
- HM. Soeharto, Mantan
Presiden Republik Indonesia.
- Julius Darmaatmadja,
Uskup Agung Jakarta dan Mantan Ketua KWI (Konferensi
Waligereja Indonesia) 2000-2006.
- Khofifah Indar
Parawansa, Politikus dan Mantan Menteri Negara Pemberdayaan
Perempuan.
- Megawati Soekarno
Poetri, Mantan presiden republik indonesia dan sekaligus
presiden wanita pertama di Indonesia
- Michelle Branch,
Penyanyi internasional berdarah keturunan Jawa.
·
Paul Salam
Soemohardjo, Ketua Parlemen Suriname dan Ketua Partai Pertjaja Luhur
di Suriname.
·
Purnomo Yusgiantoro,
Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral.
·
RA. Kartini, Pahlawan Nasional.
- Saifullah Yusuf,
Mantan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Sekarang
menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur.
- Soekarno, Proklamator
dan mantan Presiden Republik Indonesia.
- Susilo Bambang
Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia.
- Wage Rudolf
Supratman, Pencipta lagu "Indonesia Raya".
- Wahid Hasjim,
Pahlawan nasional Indonesia dan menteri negara dalam kabinet pertama
Indonesia


Tidak ada komentar:
Posting Komentar